Unpab Tingkatkan Pendapatan Masyarakat Pesisir

UNPAB-Medan: Program Studi Ekonomi Pembangunan Fakultas Sosial Sains (FSS) Universitas Pembangunan Panca Budi (Unpab) Medan melaksanakan penelitian dan pengabdian pada masyarakat (PPM) di Desa Pahlawan, Kecamatan Tanjung Tiram, Kabupaten Batu Bara. PPM ini dilakukan dalam upaya meningkatkan pendapatan masyarakat pesisir melalui potensi kearifan lokal.

Ketua Program Studi (Prodi) Ekonomi Pembangunan (EP) FSS Unpab Saimara Sebayang SE MSi kepada wartawan di Kampus Unpab, Jalan Gatot Subroto Km 4,5 Sei Sikambing Medan, Sabtu (5/5) mengatakan, PPM ini dilakukan sejumlah dosen peneliti, alumni dan mahasiswa Unpab.

“Berbagai objek penelitian dan pengabdian pada masyarakat kami lakukan di Desa Pahlawan, Tanjung Tiram pada 30 April hingga 1 Mei lalu. Kegiatan ini didukung sepenuhnya Kepala Desa Pahlawan Syamsul Aswin dan lembaga desa. Ini dalam upaya meningkatkan perekonomian masyarakat nelayan,” kata Saimara yang didampingi dosen peneliti Ade Novalina SE MSi dan Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat (LPPM) Unpab Rusiadi SE MSi.

Penelitian yang dilakukan, kata Saimara, antara lain mengenai peningkatan ekonomi wanita (istri nelayan) melalui hasil tangkapan nelayan. Kemudian tentang manfaat investasi jangka panjang melalui model Dupont bagi masyarakat Desa Pahlawan.

Tim Unpab juga meneliti tentang pengaruh hasil tangkapan terhadap kondisi sosial ekonomi masyarakat nelayan yang berpenduduk sekira 1.500 jiwa itu. Lalu mengenai pemahaman masyarakat kelompok neleyan tentang penerapan bantuan alat tangkap dan jumlah produksi.

“Kami juga meneliti tentang upaya pemahaman pentingnya pendidikan bagi kesejahteraan masyarakat nelayan. Selain itu pemahaman masyarakat terkait pelestarian lingkungan,” kata Saimara Sebayang.

Dosen peneliti Ade Novalina menambahkan, selain melakukan penelitian, tim Unpab juga melakukan pengabdian pada masyarakat. Dengan menggandeng Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dalam Program Bina Desa (PBD), Unpab antara lain menggelar pelatihan pembuatan abon bagi para istri nelayan. Juga ada pelatihan pengolahan cangkang kepah menjadi produk bernilai eknonomi seperti tirai dan bingkai foto.

“Tim Unpab juga menggalang masyarakat melakukan gotong royong, memfasilitasi lomba futsal, festival marhaban, dan pemasangan nama jalan desa,” katanya

BPSI Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *