Menko PMK Paparkan 30 Program Prioritas Kerja dan Program 2018

Rahmat Sahid

Menko PMK Paparkan 30 Program Prioritas Kerja dan Program 2018
Menko PMK Puan Maharani bersama Menko Polhukam Wiranto, Menko Maritim Luhut Panjaitan, Menko Perekonomian Darmin Nasution menggelar rapat dengan Banggar DPR, Rabu (23/9/2017). Foto/Istimewa

A+ A- JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani dan jajarannya melakukan rapat kerja dengan Badan Anggaran (Banggar) DPR, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (13/9/2107).
Dalam rapat yang juga diikuti jajaran Menko Polhukam Wiranto, Menko Maritim Luhut Binsar Panjaitan, dan Menko Perekonomian, Darmin Nasution dibahas mengenai Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian/Lembaga (RKA K/L) bidang pembangunan manusia dalam RAPBN Tahun Anggaran 2018.
Menko PMK memaparkan tentang 30 Program Prioritas Rencana Kerja dan Program (RKP) 2018 di hadapan Banggar DPR yang dipimpin Azis Syamsuddin.
"Khusus untuk bidang PMK, kerja Koordinasi, Sinkronisasi, dan Pengendalian (KSP) untuk program prioritas bidang PMK Tahun 2018 terbagi ke dalam tiga fokus program yaitu kesejahteraan rakyat, pemberdayaan rakyat, dan pembangunan karakter," papar Puan.
Dia menjelaskan, bidang kesejahteraan rakyat meliputi pelayanan pendidikan dan agama berupa Jaminan Pelayanan Bersekolah (KIP), peningkatan kualitas guru, beasiswa, pelayanan beribadah, pelayanan kesehatan berupa JKN, peningkatan kesehatan ibu dan anak, pencegahan dan penanggulangan penyakit. preventif dan promotif (Germas).
Pembangunan perumahan dan permukiman berupa penyediaan perumahan layak, air bersih dan sanitasi. Penanggulangan kemiskinan berupa jaminan dan bantuan sosial tepat sasaran, jaminan pemenuhan kebutuhan dasar (pangan, kesehatan, pendidikan), PKH, pembangunan keluarga, perlindungan anak dan pemberdayaan perempuan, perlindungan kaum marjinal, dan pengelolaan dampak bencana.
Bidang Pemberdayaan Rakyat mencakup revitalisasi pendidikan vokasi, revitalisasi kebudayaan, pemberdayaan masyarakat (perempuan, pemuda, olah raga, seni budaya, keluarga), pembangunan wilayah berupa pembangunan wilayah perbatasan dan daerah tertinggal, pembangunan perdesaan, pencegahan dan penanggulangan bencana, dan pelaksanaan Asian Games 2018.
"Untuk bidang pendidikan karakter fokus kerja dan program nantinya meliputi Revolusi Mental, pendidikan Pancasila, dan pendidikan karakter," papar Puan.
Jika merujuk pada indikator makro, KSP RKP bidang PMK 2018 menetapkan sasaran untuk masalah Indeks Pembangunan Manusia (IPM) berupa Kesehatan, Pendidikan, Hidup layak, dan sebagainya yang mencapai angka 71,5 dari 68,8 di tahun 2014, 69,5 di 2015, dan 70,18 di 2016. Indeks GINI di tahun 2018 juga diupayakan mencapai 0,38 dari 0,39 di tahun 2016; Tingkat Kemiskinan juga diupayakan dapat berada di kisaran angka 9,5% – 10% dari 10,8 % di tahun 2016.
Tingkat Pengangguran pun diupayakan turun di angka 5%-5,3% dari 5,5% di tahun 2016. Cakupan layanan perlindungan sosial untuk kepesertaan JKN diupayakan pula bertahan di angka 92,4 juta peserta.
Yang terakhir, indikator makro untuk indeks gotong royong dan pelayanan publik di tahun 2018 juga diharapkan terus meningkat.
Dengan total anggaran Rp.382.103.310.000,- Kemenko PMK mengalokasikan program dan anggarannya untuk program KSP sebesar 60,55% atau Rp231,37 miliar yang difokuskan pada program bertajuk mantap pelayanan, mantap pemberdayaan, mantap gotong royong, dan penunjang KSP.
Sebesar 39,45% dari total alokasi anggaran itu akan difokuskan pada belanja aparatur berupa operasional, kesekretariatan, dan sarana prasarana. Secara keseluruhan, Pagu Indikatif Tahun Anggaran 2018 bertambah sebesar Rp.0,56 M (0,15 %) terhadap Pagu di Tahun Anggaran 2017 ini yang mencapai Rp381.535.133.000.
“Kami tidak minta ditambah dan dikurangi karena memang sudah segitu angka yang dibutuhkan,” kata Menko PMK. (dam) Follow Us : Follow @SINDOnews

Facebook Comments